Bentuk dan Jiwa Seni Bela Diri dalam “Kung Fu Panda”

Kung Fu Cina mewujudkan filosofi yang mendalam dan rasa kehidupan manusia dan nilai-nilai sosial (oleh karena itu beberapa orang menyebutnya “tinju filosofis”). Bruce Lee, Jackie Chan, atau bintang Kung Fu Tiongkok lainnya, mereka semua menunjukkan etika bela diri tradisional Tiongkok dalam film mereka. Pahlawan Po juga menunjukkan etika bela dirinya dalam film “Kung Fu Panda”. Ada pepatah lama: “Menggunakan etika bukan tinju untuk membuat orang lain menghormati Anda.” Pepatah kuno ini adalah ruh seni Kung Fu Tiongkok. Tujuannya bukan untuk menjilat orang kecil tetapi untuk memperkuat kesehatan fisik dan memperpanjang umur.

Film ini menunjukkan etika dan semangat Kung Fu Tiongkok. Pertama, ini menunjukkan Penghormatan terhadap Kehidupan Manusia. Tembakan Panda Po dan lima masternya, mereka mempelajari Kung Fu bukan dengan tujuan untuk menyerang orang kecil, tetapi untuk melindungi orang lain.

Kedua, ini mengungkapkan Penekanan pada Prinsip Moral. Pahlawan Po, lima master, Shifu dan master Wugui, nonton chinese drama sub indo mereka semua menelusuri kultivasi diri dan mematuhi prinsip-prinsip moral masyarakat. Meskipun Tal Lang lebih kuat dari master lain dan memiliki kemampuan Kung Fu yang lebih baik, kurangnya kultivasi moral membuatnya tidak dapat dihormati oleh orang lain dan tidak dapat diterima sebagai pendekar naga.

Ketiga, melambangkan Penghormatan terhadap Guru dan Kepedulian terhadap Satu Sama Lain. Tembakan yang Shifu tidak suka Panda Po pada awalnya, dalam pikiran Shifu, Po hanyalah seekor panda gemuk besar, dan dia tidak bisa menjadi prajurit naga untuk mengalahkan Tai Lang, jadi Shifu membuat banyak rintangan dan membiarkan Panda Po berhenti. Meskipun dia tidak disukai oleh Shi fu, Panda Po memberikan rasa hormatnya kepada Shi fu dari saat pertama hingga terakhir, dan Panda Po menggunakan ketekunan dan ketekunannya untuk membiarkan Shi fu mengakui bahwa dia adalah pilihan terbaik dari prajurit naga. Dan pada akhirnya, atas usaha besar Panda Po dan kepeduliannya terhadap semua warga di Peace Valley menjadikannya pahlawan sejati.

Keempat, bertindak dalam Kesederhanaan dan Semangat. Meski telah menjadi prajurit naga, Panda Po tidak pernah gagal untuk memberikan rasa hormat kepada master Wu Gui, Shi fu dan kelima master. Pahlawan sejati harus memiliki kualitas yang seharusnya menjadi kerendahan hati. Karena Panda Po sangat mencintai Kung Fu dan membayar semua hasratnya di dalamnya, ini membantunya untuk menjadi seorang master pada akhirnya. Yang terakhir namun tidak kalah pentingnya, itu muncul dalam ketekunan dan ketekunan.

Baca Juga: Perjuangan Diplomasi Mengarah Indonesia Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *